AGEN JUDI BOLA ONLINE TERPERCAYA BANDAR TARUHAN MALLBET | Mallbet Agen Bola Online Terbesar Terpercaya No1 di Indonesia, Agen Judi Bola, Bandar Taruhan Bola, Agen Sbobet, Agen Sportsbook , Situs Judi Taruhan Lengkap | Agen Judi Bola,Judi Online,Judi Bola,Togel Online,Situs Judi,Situs Bola,Situs Judi Terbesar,Situs Judi Terpercaya,Situs Bola Terpercaya,Agen Judi,Agen Judi Terpercaya,Agen Bola Terpercaya,
Mallbet.com

Link Alternatif : KejuaraanDunia.com | AlamiBola.com | Kokbola.com

Mallbet | Agen Betting Online Terpercaya No 1

INI YANG BIKIN JERMAN MENAKUTKAN DI EURO 2016

Mantan pelatih Leverkusen dan Wolfsburg ini merasa kemampuan Der Panzer mengubah taktik membuat mereka kandidat juara di Prancis

Klaus Augenthaler mengaku kesulitan memilih tim favorit juara Euro 2016, namun ia yakin kemampuan Jerman untuk beradaptasi menjadikan mereka selalu kompetitif di turnamen mayor.
Meski penampilan Jerman terseok-seok usai menjadi juara dunia di Brasil dua tahun lalu, skuat Joachim Low tetap termasuk salah satu kandidat peraih gelar Eropa yang akan digelar di Prancis, mulai besok.

Pria yang pernah membawa Der Panzer menjadi kampiun di Piala Dunia 1990 ini pun memiliki opini serupa, namun ia juga memasukkan Prancis sebagai kandidat kuat di tanah sendiri.

“Sulit mengatakan tim mana yang menjadi favorit,” tutur mantan arsitek Bayer Leverkusen dan Wolfsburg ini kepada Omnisport.
“Jerman selalu di antara kandidat di Piala Eropa. Tim tuan rumah, Prancis, juga termasuk salah satu favorit.

“Saya tidak tahu mengapa Belgia juga termasuk daftar favorit, karena saya tak dapat membayangkan mereka enang. Namun bagi saya, sebagai pengunjung netral, ini sangat menarik. Saya tidak peduli negara mana yang menjadi favorit.”

Jerman beberapa kali tersandung di kualifikasi Piala Eropa, tapi mereka masih mampu finis sebagai juara Grup D, unggul satu poin dari Polandia. Augenthaler pun terkesan dengan cara timnas beradaptasi dengan setiap lawan yang mereka hadapi.

“Di Piala Dunia [2014] di Brasil kami mengalami awal yang berat, tapi kemudian meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Itulah yang membedakan tim Jerman,” imbuhnya.

“Di Meksiko [Piala Dunia 1986], tim kami sama. Italia [di Piala Dunia 1990] agak berbeda, karena kami memulainya dengan baik dalam laga kontra Yugoslavia.

“Tapi pada akhirnya, itulah yang membedakan mentalitas tim nasional Jerman. Mereka mampu mengubah taktik di turnamen, tergantung pada bagaimana mereka memulainya, dan karena itu meningkatkan level mereka.”

Share This !
Show Buttons
Hide Buttons