Mallbet | Agen Bola Terpercaya, Judi Bola, Bandar Bola, Taruhan Bola
Mallbet | Agen Bola Terpercaya, Judi Bola, Bandar Bola, Taruhan Bola

Mallbet | Agen Betting Online Terpercaya No 1

Scholes Gembleng Pogba hingga Bisa Jadi seperti Sekarang

Paul Scholes dinilai memiliki peran penting membentuk Paul Pogba sehingga bisa menjadi pemain termahal di dunia seperti saat ini. Menurut penuturan Nemanja Vidic, Scholes sering ‘mendidik’ Pogba ketika masih sama-sama berlatih di Manchester United.

Pogba gabung dengan tim muda Manchester United ketika usianya masih belia, sejak tahun 2009. Ia kemudian masuk skuat utama MU yang saat itu masih ditangani Sir Alex Ferguson. Tapi kemudian ia meninggalkan Old Trafford di akhir kontraknya karena tak banyak mendapat kesempatan bermain.

Pogba kemudian gabung dengan Juventus pada tahun 2012. Karier Pogba melejit di Serie A dan merasakan empat Scudetto bersama Bianconeri.

Pogba kembali ke MU pada musim panas lalu setelah ditebus dengan harga 89 juga pounds. Pemain 24 tahun tersebut mencatatkan 47 penampilan di semua kompetisi, mengantarkan MU menjuarai EFL Cup dan Community Shield.

Jalan Pogba sebagai pemain termahal di dunia tak terjadi begitu saja. Vidic yang pernah berlatih dengan Pogba, mengungkapkan mantan rekannya tersebut sudah memiliki fisik kuat sejak usia 17 tahun. Para pemain senior seperti Scholes tak segan-segan memperlakukan Pogba secara keras untuk mengajarinya agar menjadi pemain hebat.

“Paul baru berusia 17 tahun dan fisiknya sudah kuat seperti sekarang, dengan fisik yang sudah sangat bagus. Paul Scholes menendangnya dan mengujinya, ia melakukan itu ketika saya baru datang,” ungkap Vidic pada ESPN.

“Scholes menunjukkan niat untuk menjadi seorang juara, menunjukkan seolah-olah kami bukan teman dalam bermain, tapi kami berlatih keras dan kuat, seakan-akan kami menjalani pertandingan. Semacam: ‘Jika Anda menendang saya maka saya akan menendang Anda. Kami bertarung setiap hari dan kami tak perlu ganti posisi untuk permainan ini karena kami selalu bergantian.”

“United punya banyak pemain seperti itu, yang sangat kompetitif. Artinya kami menyiapkan diri lebih baik, bahkan melebihi tim terbaik yang memiliki pemain hebat tapi tak punya tujuan yang sama untuk menjadi juara. Kami menjalani pertandingan di Eropa, atau ke Chelsea, Arsenal dan Liverpool dan tak pernah takut pada siapapun.”

Share This !
Show Buttons
Hide Buttons