AGEN JUDI BOLA ONLINE TERPERCAYA BANDAR TARUHAN MALLBET | Mallbet Agen Bola Online Terbesar Terpercaya No1 di Indonesia, Agen Judi Bola, Bandar Taruhan Bola, Agen Sbobet, Agen Sportsbook , Situs Judi Taruhan Lengkap | Agen Judi Bola,Judi Online,Judi Bola,Togel Online,Situs Judi,Situs Bola,Situs Judi Terbesar,Situs Judi Terpercaya,Situs Bola Terpercaya,Agen Judi,Agen Judi Terpercaya,Agen Bola Terpercaya,
Mallbet.com

Link Alternatif : KejuaraanDunia.com | Mallbet.com | Kokbola.com

Mallbet | Agen Betting Online Terpercaya No 1

Peran Alex Ferguson di Balik Kegagalan Wayne Rooney

Wayne Rooney mengungkapkan satu faktor di balik penurunan performanya bersama Manchester United sebelum pindah ke Everton pada bursa transfer musim panas 2017.

Pada musim 2016-2017, Rooney mengalami penurunan menit bermain dan ketajaman drastis bersama Man United. Di bawah kendali Jose Mourinho, pemain yang saat itu menjabat sebagai kapten hanya 15 kali bermain sebagai starter dan 10 kali sebagai pemain pengganti di Premier League.

Dari jumlah tersebut Rooney hanya bisa mencetak dua gol dan tiga assist selama semusim. Catatan itu cukup untuk memaklumi keputusan Rooney pindah ke klub pertamanya, Everton pada bursa transfer musim panas ini.

Kendati demikian, ternyata kegagalan dalam memikul beban yang pernah diberikan pelatih Sir Alex Ferguson turut memberikan kontribusi besar dari keputusannya hengkang dari Old Trafford.

Beban yang dimaksud adalah tanggung jawab membuat pemain baru mampu mempertahankan standar tinggi dalam pencapaian kesuksesan tim. Secara spesifik adalah memenangi gelar Premier League atau Liga Champions.

Sejak kepergian Sir Alex Ferguson dan Paul Scholes pada akhir musim 2012-2013 dan Ryan Giggs pada musim berikutnya, Man United tak lagi mampu memenangi gelar Premier League.

Bahkan, mereka selalu kesulitan untuk bisa finis di posisi empat besar dan berlaga di Liga Champions.

“Ada standar tinggi yang harus Anda pertahankan di Manchester United. Standar tersebut berasal dari Sir Alex dan diturunkan melalui pemain seperti Ryan Giggs, Gary Neville, dan Paul Scholes kepada saya saat baru bergabung,” ujar Rooney.

“Dalam beberapa tahun terakhir, =menjadi tugas saya dan Michael Carrick untuk membuat pemain-pemain baru mempertahankan standar tersebut. Namun, hal itu menjadi sulit seiring kedatangan banyak pemain baru,” kata dia.

Masalah Rooney bertambah karena Man United memiliki tradisi untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda akademi tampil bersama tim utama.

“Sungguh itu menjadi lebih sulit, tetapi bukan lagi masalah saya. Saya senang bisa kembali ke Everton,” ucap pencetak gol terbanyak Man United sepanjang masa dengan kemasan 253 gol itu.

Selama 13 tahun masa pengabdian di Old Trafford, Rooney telah mengoleksi 15 gelar. Rinciannya, 5 gelar Premier League, Community Shield (4), Piala Liga Inggris (3), satu gelar Piala FA, Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Dunia Klub.

Share This !
Show Buttons
Hide Buttons